Label

Curahan Hati (2) Opini (2) POEM (2)

Kamis, 08 Desember 2011

My Life, curahan hati


8 july 2011 (sesi curhat)
hari yang tidak sempurna diisi dengan nonton film, tidur, dan banyak hal lain yang sebenarnya tidak terlalu bermafaat dan nggak penting... tapi, itulah kenyataannya, dan itulah yang Qlakukan...
malamnya ke masjid untuk tarawih dan pulangnya dapat siraman rohani untuk tetap ikut seleksi akpol (fine, memang masa depan terjamin, tapi yang tidak bisa Qbayangkan, bagaimana caraQ berhadapan lagi dengan teman-temanQ dalam keadaan “tak berjilbab”). That’s right, lulus seleksi akpol dan pelantikannya akan membuat bangga orang tua, tapi apakah itu akan memberikan kepuasan juga pada jiwa ini? Hanya ALLAH yang tahu jawabannya. Dan sekarang hingga satu tahun yang akan datang adalah waktu yang cukup untuk mengungkap kebenarannya, apakah ALLAH akan lebih membawaku ke jalan dimana aku harus berkorban hijab, atau mungkin jalan lain yang butuh pengorbanan dalam bentuk lain. Biarkan waktu yang menjawab, dan semoga Qmampu membaca jawaban sang waktu...
hari ini aku juga berpikir apa yang dapat kulakukan dan akan membuat orang lain bertanya, bagaimana kau bisa melakukan itu, berbuat sesuatu yang dapat membuat orang lain terpana dan memuji... apakah benar itu yang dapat membuatku merasakan kepuasan dan kebahagiaan? Entahlah, akupun tak dapat menjawabnya, dan apakah harus kuserahkan lagi pada sang waktu tanpa betindak apa-apa? I wanna do something good, which can make another proud at me , proud to be have someone like me, especially my parents... sekarang adalah waktuQ untuk belajar bagaimana cara berbuat sesuatu agar tidak melukai mereka dan juga tidak melukai diriku sendiri. Mungkin orang lain benar, bahwa aku berpikiran pendek akan masa depan yang belum tercipta, tapi apakah salah memikirkan cara terbaik membuat mereka bangga tanpa harus melepas hijab ( membuat dosa bagi diriku sendiri karena tak berhijab di usiaQ yang sudah baligh dan membuat orang lain berdosa saat melihatku tanpa hijab ), mungkin kolot atau entah apalah namanya, tapi tak sedikitpun ada kompromi yang tertanam dalam diriku dalam masalah hijab, apalagi utnuk melepasnya dalam waktu yang relatif lama, no way... tidak etis bagiku yang telah berhasil membujuk orang tuaku mengizinkanku berhijab, lalu saat mereka ingin melihat keberhasilan dari anaknya yang seorang akhwat ini, mereka tega menyuruh sang anak untuk melepas identitasnya... fine, don’t judge someone from the cover, that’s right hijab mungkin bukan patokan tingkat keimanan seseorang, tapi apakah tidak terlalu naif jika bisa memastikan seseorang yang tidak berhijab dengan iman yang kuat bisa lebih aman dari neraka dibandingkan dengan akhwat yang berjihab yang imannya biasa-biasa saja? Sedangkan kita tahu bahwa sehelai rambut akhwat yang terlihat oleh seorang ikhwan terdapat 77 jin disana dan menimbulkan dosa baik untuk akhwat maupun ikhwannya, walaupun sang akhwat sholat dan bertaubat kepada-Nya tetap saja dosa akan membayang-bayanginya, apalagi saat sang akhwat harus berada di tempat umum yang membuat banyak ikhwan akan melihat auratnya. Coba bandingkan dengan seorang berhijab yang terjaga auratnya, kemanapun ia pergi ia menjadi seseorang yang terhormat dimata siapapun, walaupun tanpa pangkat dan jabatan yang disandangnya tetaplah menjadi akhwat yang terhortmat karena hijabnya. Stidaknya ia tidak melakukan dosa kecil secara rutin seperti akhwat yang tidak berhijab... karena dosa kecil yang dikerjakan berturut-turut akan menjadi dosa besar... dan tak berhijab adalah salah satu aplikasi dosa kecil yang dilakukan secara berturut-turut tanpa disadari yang akan tercatat sebagai dosa besar...
mungkin pendapat ini akan ditentang habis-habisan jika orang tuaku membacanya, tapi setidaknya telah kutuangkan pendapat yang selalu berkecamuk dalam hatiQ untuk diungkap dihadapan mereka...
semoga ALLAH memberi cahaya keyakinan dalam hatiku dan setitik pengertian dalam hati kedua orang tuaku ... AMIEN...
HANYA PADAMU HAMBA BERSERAH DIRI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar