8
july 2011 (sesi curhat)
hari yang
tidak sempurna diisi dengan nonton film, tidur, dan banyak hal lain yang
sebenarnya tidak terlalu bermafaat dan nggak penting... tapi, itulah
kenyataannya, dan itulah yang Qlakukan...
malamnya ke
masjid untuk tarawih dan pulangnya dapat siraman rohani untuk tetap ikut
seleksi akpol (fine, memang masa depan terjamin, tapi yang tidak bisa
Qbayangkan, bagaimana caraQ berhadapan lagi dengan teman-temanQ dalam keadaan
“tak berjilbab”). That’s right, lulus seleksi akpol dan pelantikannya akan
membuat bangga orang tua, tapi apakah itu akan memberikan kepuasan juga pada
jiwa ini? Hanya ALLAH yang tahu jawabannya. Dan sekarang hingga satu tahun yang
akan datang adalah waktu yang cukup untuk mengungkap kebenarannya, apakah ALLAH
akan lebih membawaku ke jalan dimana aku harus berkorban hijab, atau mungkin
jalan lain yang butuh pengorbanan dalam bentuk lain. Biarkan waktu yang
menjawab, dan semoga Qmampu membaca jawaban sang waktu...
hari ini aku
juga berpikir apa yang dapat kulakukan dan akan membuat orang lain bertanya,
bagaimana kau bisa melakukan itu, berbuat sesuatu yang dapat membuat orang lain
terpana dan memuji... apakah benar itu yang dapat membuatku merasakan kepuasan
dan kebahagiaan? Entahlah, akupun tak dapat menjawabnya, dan apakah harus
kuserahkan lagi pada sang waktu tanpa betindak apa-apa? I wanna do something
good, which can make another proud at me , proud to be have someone like me, especially
my parents... sekarang adalah waktuQ untuk belajar bagaimana cara berbuat
sesuatu agar tidak melukai mereka dan juga tidak melukai diriku sendiri.
Mungkin orang lain benar, bahwa aku berpikiran pendek akan masa depan yang
belum tercipta, tapi apakah salah memikirkan cara terbaik membuat mereka bangga
tanpa harus melepas hijab ( membuat dosa bagi diriku sendiri karena tak
berhijab di usiaQ yang sudah baligh dan membuat orang lain berdosa saat
melihatku tanpa hijab ), mungkin kolot atau entah apalah namanya, tapi tak
sedikitpun ada kompromi yang tertanam dalam diriku dalam masalah hijab, apalagi
utnuk melepasnya dalam waktu yang relatif lama, no way... tidak etis bagiku
yang telah berhasil membujuk orang tuaku mengizinkanku berhijab, lalu saat mereka
ingin melihat keberhasilan dari anaknya yang seorang akhwat ini, mereka tega
menyuruh sang anak untuk melepas identitasnya... fine, don’t judge someone from
the cover, that’s right hijab mungkin bukan patokan tingkat keimanan seseorang,
tapi apakah tidak terlalu naif jika bisa memastikan seseorang yang tidak
berhijab dengan iman yang kuat bisa lebih aman dari neraka dibandingkan dengan
akhwat yang berjihab yang imannya biasa-biasa saja? Sedangkan kita tahu bahwa
sehelai rambut akhwat yang terlihat oleh seorang ikhwan terdapat 77 jin disana
dan menimbulkan dosa baik untuk akhwat maupun ikhwannya, walaupun sang akhwat
sholat dan bertaubat kepada-Nya tetap saja dosa akan membayang-bayanginya,
apalagi saat sang akhwat harus berada di tempat umum yang membuat banyak ikhwan
akan melihat auratnya. Coba bandingkan dengan seorang berhijab yang terjaga
auratnya, kemanapun ia pergi ia menjadi seseorang yang terhormat dimata
siapapun, walaupun tanpa pangkat dan jabatan yang disandangnya tetaplah menjadi
akhwat yang terhortmat karena hijabnya. Stidaknya ia tidak melakukan dosa kecil
secara rutin seperti akhwat yang tidak berhijab... karena dosa kecil yang
dikerjakan berturut-turut akan menjadi dosa besar... dan tak berhijab adalah
salah satu aplikasi dosa kecil yang dilakukan secara berturut-turut tanpa
disadari yang akan tercatat sebagai dosa besar...
mungkin
pendapat ini akan ditentang habis-habisan jika orang tuaku membacanya, tapi
setidaknya telah kutuangkan pendapat yang selalu berkecamuk dalam hatiQ untuk
diungkap dihadapan mereka...
semoga ALLAH
memberi cahaya keyakinan dalam hatiku dan setitik pengertian dalam hati kedua
orang tuaku ... AMIEN...
HANYA PADAMU
HAMBA BERSERAH DIRI...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar