Label

Curahan Hati (2) Opini (2) POEM (2)

Rabu, 21 Desember 2011

MAMA

Happy Mom's Day
Untuk mu Mama

Langkah kaki sang buah hati kecil menuju dekap Ibunya adalah tahap dimana sang buah hati belajar bahwa Ibunyalah yang benar-benar bisa mendekapnya dengan penuh kehangatan
Senyuman si mungil saat diberi makan oleh ibu tercinta bermakna iya tahu Ibunya memberikan yang terbaik baginya
Tangan mungil yang selalu ingin menggenggam jari Ibunda adalah simbol kuatnya rasa sayang yang dimiliki si buah hati pada sang Ibunda, kuatnya keinginan untuk terus berada di sisi bunda sampai kapanpun
Menangis dan berkeluh kesah padanya saat apa yang diinginkan belum bisa termiliki, karena tahu bahwa sang bundalah orang yang akan selalu berusaha memenuhi apa yang diinginkan buah hatinya tercinta

Dulu, itulah  potret diriku...
Mama, Ibu, Bunda apapun sebutannya beliaulah orang yang paling kupercaya
Beliaulah sumber harapanku, cahayaku dan mimpiku
Semua yang kulakukan hampir semua adalah untuknya, selain untuk diriku dan semua selainnya
Menjadi anak yang pintar dan mendapat rangking di sekolah
Menjadi anak patuh yang sangat jarang membantah
Menuruti semua saran Mama
mungkin dapat kukatakan itulah aku

Dan kini buah hati mungil itu tumbuh menjadi seorang gadis
Gadis remaja yang beranjak dewasa, mulai menentukan arahnya sendiri
Mulai memutuskan hidupnya, mulai mengabaikan saranmu
dan telah mulai banyak melukaimu

hari Ibu, saat itu aku ingin menuliskan ini semua, entah mengapa waktu tak memberiku ruang
barulah hari ini, kugerakkan jemari ini untuk sedikit mengungkap apa yang selalu ingin kukatakan padamu,Mama
MAAF, untuk setiap kekecewaan yang engkau derita karena kegagalanku
MAAF, atas segala peluh yang harus kau teteskan untuk memenuhi kebutuhanku
MAAF, untuk setiap kata yang pernah menorehkan luka di hatimu
MAAF, karena aku selalu ingin menuntut ilmu di tempat yang jauh darimu
MAAF, atas setiap kerinduan yang mengahdirkan tangis di pipimu
MAAF, atas setiap hari yang tak kuluangkan untuk mengucapkan bahwa aku sangat mencintaimu
MAAF, untuk setiap kekhawatiran yang tercipta karena jarak ini
MAAF, karena aku bukanlah anak yang sempurna dan lebih banyak menghadirkan kecewa bukanlah bangga
MAAF, Mama karena tak setiap waktu yang kumiliki terselip wajahmu, sedengkan engkau selalu menghadirkan sosokku disetiap harimu
MAAF, karena aku tak pernah berani mengucapkan aku sayang padamu secara langsung dihadapanmu, bahkan kata-kata rindupun mungkin tak pernah engkau dengar dari mulutku,
MAAF, bukan karena aku tak merindukanmu, tapi aku terlalu malu untuk telihat lemah dihadapanmu, aku terlalu takut , semuanya akan menghadirkan lagi rasa cemas dan gundamu...
masih ada beribu maaf yang ingin kuurai , namun tak mampu kuungkap,dan aku tau semua MAAF ku telah kau terima, bahkan sebelum aku mengucapkan kata itu

SELAMAT HARI IBU, MAMA
Aku mencintaimu...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar